← Semua artikel

Parenting

Permainan Belajar Membaca Anak dengan Suku Kata di Rumah

24 October 2026· Oleh Tim Smartkidz
Ibu dan anak usia 5 tahun menyambung kartu suku kata BU dan KU menjadi kata buku di lantai rumah

Permainan suku kata sederhana di rumah untuk anak 3 sampai 6 tahun: dari tepuk suku kata sampai menyambung kartu jadi kata.

Permainan belajar membaca anak yang paling cocok untuk tahap awal adalah permainan suku kata: bertepuk untuk setiap bagian kata, menyambung "ba" dan "ju" jadi "baju", atau memancing kartu suku kata. Bahasa Indonesia dibaca per suku kata, jadi begitu anak terbiasa mendengar dan menggabungkan suku kata, langkah ke membaca kata jadi lebih ringan.

Permainan di bawah ini bisa dilakukan 5 sampai 10 menit sehari dengan barang yang ada di rumah. Mulailah dari permainan lisan (tanpa tulisan), lalu pindah ke kartu setelah anak mengenal sebagian besar huruf.

Kenapa suku kata, bukan langsung mengeja huruf?

Anak lebih mudah menangkap potongan bunyi yang besar dulu, baru yang kecil. Kata "sepatu" lebih gampang dipecah menjadi se-pa-tu daripada s-e-p-a-t-u. Kemampuan mendengar dan memainkan bunyi dalam kata ini disebut kesadaran fonologis.

Reading Rockets, situs literasi untuk orang tua dan guru, memasukkan menghitung suku kata dalam nama dan mengenali suku kata dalam kata sebagai bagian dari keterampilan pra-membaca. Mereka juga menyebut orang tua bisa membantu banyak dengan melatih keterampilan lisan ini di rumah.

Permainan suku kata tanpa tulisan (mulai usia 3 sampai 4 tahun)

Tahap ini melatih telinga. Anak belum perlu melihat huruf.

  • Tepuk suku kata. Ucapkan nama anak sambil bertepuk untuk setiap bagian: Ra-fa (2 tepuk), Ka-ni-a (3 tepuk). Lanjutkan dengan nama anggota keluarga dan benda di sekitar.

  • Lompat atau hentak kaki. Sama seperti tepuk, tapi anak melompat sekali untuk tiap suku kata. Cocok untuk anak yang tidak betah duduk.

  • Tebak kata yang dipotong. Ucapkan pelan dengan jeda, "pi... sang", lalu biarkan anak menebak "pisang". Ini latihan menggabungkan bunyi.

  • Belanja suku kata. Di pasar atau minimarket, minta anak menunjukkan jari sebanyak suku kata nama barang: to-mat (2), se-mang-ka (3).

Artikel di majalah Teaching Young Children terbitan NAEYC (asosiasi pendidikan anak usia dini di Amerika Serikat) juga menyarankan gerakan seperti bertepuk, melompat, atau menghentak kaki untuk setiap suku kata, bahkan memukul alat musik sederhana. Di rumah, panci dan sendok kayu sudah cukup jadi drum.

Permainan dengan kartu suku kata (usia 4 sampai 6 tahun)

Setelah anak kenal sebagian besar huruf dan bunyinya, ajak ia melihat suku kata tertulis. Buat kartu dari karton bekas: tulis satu suku kata besar-besar di tiap kartu, mulai dari huruf B dan vokal (ba, bi, bu, be, bo), lalu tambah huruf lain sedikit demi sedikit.

  • Sambung kata. Letakkan dua kartu berdampingan, misalnya "bu" dan "ku". Anak membaca satu per satu, lalu menyambungnya: buku. Pilih kata yang benda aslinya ada di rumah supaya anak bisa langsung menunjuknya.

  • Pancing kartu. Tempel klip kertas di kartu, buat pancing dari sumpit, tali, dan magnet. Setiap kartu yang tertangkap dibaca keras-keras.

  • Tebak gambar. Tunjukkan gambar bola, lalu sediakan tiga kartu: bo, la, ku. Anak memilih dua kartu yang cocok.

  • Kata dari suku kata yang sama. Cari kata yang diawali "ma": mata, madu, mama. Anak suka permainan ini karena hasilnya cepat terasa.

Agar permainan tidak berubah jadi les

  • Berhenti saat anak masih senang. Lima menit yang menyenangkan lebih berguna daripada setengah jam sambil menangis.

  • Pakai kata yang anak kenal. "Susu" dan "kucing" lebih menarik daripada kata yang tidak pernah ia dengar.

  • Ulangi permainan yang sama beberapa hari sebelum ganti. Anak kecil belajar dari pengulangan.

  • Kalau anak salah, ucapkan versi yang benar dengan santai lalu lanjut main. Tidak perlu dikoreksi panjang.

  • Kalau anak belum kenal huruf sama sekali, tetap di permainan lisan dulu.

Belajar suku kata bertahap bersama Smartkidz

Program Bimba untuk anak 3 sampai 7 tahun membimbing anak membaca huruf, kata, lalu kalimat secara bertahap dengan cara belajar sambil bermain, satu guru untuk empat anak. Ayah dan Bunda bisa mencoba trial class gratis dan memilih lokasi terdekat di daftar cabang Smartkidz.