← Semua artikel

Parenting

Anak Tertukar Huruf b dan d: Normal atau Tanda Disleksia?

22 October 2026· Oleh Tim Smartkidz
Anak menulis huruf b dan d di papan tulis kecil didampingi ibunya

Anak tertukar huruf b dan d umumnya wajar sampai usia 7 tahun. Kenali kapan masih normal, kapan perlu ke ahli, dan latihan sederhana di rumah.

Anak tertukar huruf b dan d saat membaca atau menulis adalah hal yang wajar di usia 3 sampai 7 tahun. Kebanyakan anak berhenti sendiri setelah makin lancar membaca, biasanya sekitar kelas 2 SD. Yang perlu diperhatikan adalah kalau kesalahan ini masih sering muncul setelah usia 7 tahun dan disertai kesulitan membaca lain.

Di bawah ini penjelasan kenapa huruf b dan d paling sering tertukar, kapan masih normal, kapan perlu bicara dengan guru atau ahli, dan latihan sederhana yang bisa Anda coba di rumah.

Kenapa huruf b dan d paling sering tertukar?

Huruf b dan d sebenarnya bentuk yang sama: satu garis tegak dan satu lingkaran. Bedanya hanya arah. Huruf p dan q juga begitu, hanya diputar. Bagi anak yang baru belajar huruf, perbedaan arah ini belum terasa penting.

Dalam kehidupan sehari-hari, arah memang tidak mengubah nama benda. Gelas tetap gelas walau gagangnya menghadap kiri atau kanan. Kursi tetap kursi walau dilihat dari samping. Huruf adalah pengecualian: dibalik sedikit, namanya berubah. Anak perlu waktu untuk belajar aturan baru ini.

Karena itu, kesalahan b dan d biasanya muncul bersama kesalahan serupa, misalnya angka 3 atau 7 yang ditulis terbalik, atau huruf s yang menghadap ke arah lain.

Sampai usia berapa huruf terbalik masih normal?

Membalik huruf umum terjadi sampai kelas 2 SD. Menurut penjelasan Understood.org tentang huruf terbalik dan disleksia (diperbarui April 2026), sebagian besar anak yang membalik huruf sebelum usia 7 tahun ternyata tidak mengalami disleksia. Kebiasaan ini berkurang seiring anak makin paham bunyi huruf dan makin sering membaca.

Sebagai patokan kasar:

  • Usia 3 sampai 5 tahun: anak baru mengenal bentuk huruf. Tertukar b dan d, atau menulis huruf terbalik seperti bayangan cermin, sangat sering terjadi.

  • Usia 5 sampai 7 tahun: anak mulai membaca suku kata dan kata. Kesalahan masih muncul, tapi biasanya makin jarang, terutama kalau anak diingatkan.

  • Di atas 7 tahun atau akhir kelas 2 SD: kalau anak masih sering tertukar walau sudah belajar membaca secara rutin, ini saatnya berdiskusi dengan guru.

Apakah huruf terbalik tanda disleksia?

Tidak selalu. Sebagian anak dengan disleksia memang sering tertukar b dan d, tapi banyak anak disleksia yang tidak mengalaminya. Sebaliknya, banyak anak tanpa disleksia juga membalik huruf di awal sekolah.

MSD Manual dalam penjelasannya tentang disleksia pada anak menulis hal yang sama: membalik huruf tidak selalu merupakan tanda disleksia. Yang lebih menentukan adalah gambaran keseluruhannya, misalnya anak kesulitan memecah kata menjadi bunyi, sulit mengingat nama huruf, atau tidak membaik dalam belajar kata sampai pertengahan atau akhir kelas 1 SD.

Jadi, huruf b dan d yang tertukar sebaiknya tidak dilihat sendirian. Lihat juga apakah anak:

  • masih sulit menyebut nama dan bunyi huruf yang sudah sering dipelajari,

  • membaca sangat lambat dan banyak menebak kata,

  • sulit mengingat urutan, misalnya abjad atau nama hari,

  • frustrasi atau menghindar setiap kali diminta membaca.

Tanda-tanda lain kesulitan membaca dan kapan perlu ke ahli kami bahas lengkap di artikel anak kesulitan membaca: tanda dan kapan perlu ke ahli.

Cara mengatasi anak terbalik huruf b dan d di rumah

Latihan di bawah ini singkat dan bisa dilakukan sambil bermain. Cukup 5 sampai 10 menit sehari, terpisah dari waktu membaca buku cerita supaya anak tidak merasa sedang dikoreksi terus.

1. Latih satu huruf dulu, baru huruf berikutnya

Kalau b dan d diajarkan bersamaan, anak cenderung makin bingung. Mulai dari b saja sampai anak lancar menulis dan membacanya. Setelah itu baru kenalkan d. Saran ini juga dipakai Understood.org: kuasai satu huruf sebelum pindah ke huruf yang mirip.

2. Ajarkan urutan menulis yang berbeda

Huruf b ditulis mulai dari garis tegak, lalu lingkaran. Huruf d ditulis mulai dari lingkaran, lalu garis tegak. Kalau urutannya selalu sama, tangan anak ikut mengingat. Minta anak menulis setiap huruf dalam satu gerakan tanpa mengangkat pensil.

3. Pakai kalimat pengingat dalam bahasa Indonesia

Pengingat yang sederhana membantu anak memeriksa sendiri. Contohnya:

  • b untuk "bola": tongkat dulu, baru bola. Garis tegak di depan, lingkaran di belakang.

  • d untuk "donat": donat dulu, baru tongkat. Lingkaran di depan, garis tegak menyusul.

Pilih satu pengingat yang paling mudah diingat anak, lalu pakai terus. Mengganti-ganti pengingat justru membingungkan.

4. Libatkan gerak dan sentuhan

Anak usia dini belajar lebih mudah kalau tubuhnya ikut bergerak. Beberapa cara yang bisa dicoba:

  • Menulis huruf b besar di udara dengan seluruh lengan sambil mengucapkan bunyinya, "beh".

  • Menelusuri huruf di atas pasir, tepung, atau garam di nampan.

  • Menelusuri huruf yang digunting dari kertas amplas halus atau kain flanel.

  • Membentuk huruf dari plastisin, lalu meraba bentuknya dengan mata tertutup.

5. Hubungkan dengan bunyi, bukan hanya bentuk

Saat mengucapkan "b", bibir atas dan bawah menempel dulu. Saat mengucapkan "d", lidah menyentuh langit-langit di belakang gigi atas dan bibir terbuka. Ajak anak bercermin dan merasakan bedanya. Anak yang paham bunyi akan lebih cepat sadar kalau kata yang ia baca terdengar aneh, misalnya "dola" padahal maksudnya "bola".

Teknik mengenalkan bunyi huruf seperti ini juga bagian dari panduan cara mengajari anak membaca usia 3 sampai 7 tahun, jadi bisa Anda lanjutkan setelah anak lancar membedakan b dan d.

6. Koreksi dengan lembut

Saat anak salah, cukup tunjuk hurufnya dan tanyakan, "Ini tongkatnya di mana?" Biarkan anak memperbaiki sendiri. Hindari menghapus tulisannya berulang kali atau membandingkannya dengan saudara atau teman. Anak yang takut salah biasanya jadi enggan menulis, padahal latihan rutin yang membuat kesalahan ini hilang.

Kesalahan yang sering dilakukan orang tua

  • Memberi lembar latihan b dan d yang terlalu banyak sekaligus. Halaman penuh huruf b dan d berselang-seling sering membuat anak makin bingung, terutama di awal.

  • Menganggap anak tidak fokus atau malas. Di usia 3 sampai 7 tahun, ini bagian dari proses belajar, bukan soal sikap.

  • Menunggu terlalu lama. Kalau anak sudah lewat 7 tahun dan masih sering tertukar disertai kesulitan membaca lain, jangan hanya menunggu. Bicarakan dengan guru kelas lebih dulu.

Kapan perlu bicara dengan guru atau ahli?

Pertimbangkan berkonsultasi kalau:

  • anak sudah di atas 7 tahun atau akhir kelas 2 SD dan masih sering membalik huruf walau sudah rutin belajar,

  • anak belum menunjukkan kemajuan membaca kata sampai pertengahan atau akhir kelas 1 SD,

  • kesalahan b dan d muncul bersama tanda lain, seperti sangat sulit mengingat bunyi huruf atau menghindari membaca.

Langkah pertama biasanya guru kelas. Bila perlu, guru atau dokter anak bisa merujuk ke psikolog anak untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Belajar membedakan huruf bersama Bimba Smartkidz

Kalau Anda ingin anak belajar mengenal huruf sampai membaca dengan pendampingan, program Bimba Smartkidz untuk anak 3 sampai 7 tahun memakai kelas semi privat (1 guru untuk 4 anak) dengan materi bertahap dari Level 0 (persiapan) sampai Level 4. Cara belajarnya sambil bermain dan menyesuaikan gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik. Anda bisa mendaftarkan anak untuk trial class gratis lewat halaman program Bimba di website Smartkidz.

Pertanyaan yang sering ditanyakan orang tua

Anak saya 5 tahun sering menulis huruf terbalik. Apakah harus dikhawatirkan?

Umumnya tidak. Di usia 5 tahun anak masih belajar bahwa arah huruf menentukan namanya. Bantu dengan latihan singkat satu huruf, urutan menulis yang konsisten, dan koreksi lembut. Perhatikan lagi kalau kebiasaan ini masih sering muncul setelah usia 7 tahun.

Apakah anak yang menulis huruf seperti bayangan cermin pasti disleksia?

Tidak. Menulis terbalik seperti bayangan cermin sering terjadi pada anak yang baru belajar menulis. Disleksia dinilai dari banyak hal, terutama kemampuan memahami bunyi dalam kata dan kemajuan membaca, dan diagnosisnya hanya bisa ditegakkan lewat pemeriksaan oleh tenaga profesional.

Berapa lama sampai anak tidak tertukar lagi?

Setiap anak berbeda. Kebanyakan anak berhenti membalik huruf sendiri seiring makin lancar membaca, biasanya sekitar kelas 2 SD. Latihan rutin 5 sampai 10 menit sehari biasanya lebih membantu daripada latihan panjang tapi jarang.