Parenting
Cara Mengajari Anak Berhitung 1 sampai 10 dengan Benda
Cara mengajari anak berhitung 1 sampai 10 pakai benda di rumah: 7 langkah dari jumlah kecil, permainan harian, dan kesalahan yang sering terjadi.
Cara mengajari anak berhitung 1 sampai 10 paling mudah adalah dengan benda yang bisa ia pegang dan pindahkan sendiri: tutup botol, kancing besar, sendok, atau balok. Mulai dari 1 sampai 3, naikkan pelan-pelan sampai 5, baru ke 10. Yang dilatih bukan hafalan urutan angka, tapi pemahaman bahwa setiap benda dihitung satu kali dan angka terakhir adalah jumlahnya.
Artikel ini membahas khusus tahap 1 sampai 10. Kalau kamu ingin melihat gambaran besarnya dari usia 3 sampai 7 tahun, baca dulu panduan cara mengajari anak berhitung usia 3-7 tahun di rumah.
Kenapa anak sudah hafal 1-10 tapi salah saat menghitung benda?
Karena menyebut angka dan menghitung benda adalah dua kemampuan yang berbeda. Anak 3 tahun bisa menyanyikan "satu, dua, tiga" sampai sepuluh seperti lagu, lalu saat diminta menghitung 6 jeruk, ia menunjuk jeruk yang sama dua kali atau melewatkan satu.
Kemampuan yang belum terbentuk itu disebut korespondensi satu-satu: satu benda, satu sebutan angka. Modul pelatihan berhitung anak usia dini dari I-LABS University of Washington menjelaskan bahwa kemampuan ini lebih sulit daripada menghafal urutan angka, dan anak prasekolah bisa butuh berbulan-bulan untuk menguasainya. Salah melewatkan benda atau menghitung dua kali termasuk wajar selama masa latihan.
Setelah korespondensi satu-satu kuat, anak akan menangkap konsep berikutnya: angka terakhir yang ia sebut adalah jumlah semua benda. Di sinilah angka mulai punya arti.
Siapkan benda hitung sebelum mulai
Benda yang pas untuk latihan 1 sampai 10 adalah benda yang ukurannya cukup besar untuk dipegang dan tidak menggelinding ke mana-mana. Beberapa pilihan yang biasanya ada di rumah:
Tutup botol air mineral atau tutup botol susu
Sendok plastik atau sedotan yang dipotong pendek
Balok mainan atau lego ukuran besar
Jepitan jemuran
Kancing besar, untuk anak yang sudah tidak memasukkan benda ke mulut
Siapkan juga dua wadah, misalnya mangkuk kosong dan piring. Benda dipindahkan dari satu wadah ke wadah lain sambil dihitung. Gerakan memindahkan ini membantu anak tidak menghitung benda yang sama dua kali.
Untuk anak di bawah 3 tahun, hindari benda kecil seperti manik-manik dan kancing kecil, dan tetap dampingi selama bermain.
Langkah mengajari anak berhitung 1 sampai 10
Urutan di bawah ini bisa dijalani dalam beberapa minggu sampai beberapa bulan. Pindah ke langkah berikutnya hanya kalau anak sudah nyaman di langkah sebelumnya.
1. Mulai dari 1 sampai 3
Letakkan 3 tutup botol di depan anak. Pindahkan satu per satu ke mangkuk sambil menyebut angkanya bersama-sama. Setelah selesai, tanya "Jadi ada berapa?" lalu jawab bersama: "Tiga." Ulangi dengan benda lain. Jumlah kecil membuat anak bisa fokus pada caranya, bukan pada banyaknya angka yang harus diingat.
2. Sentuh, sebut, pindahkan
Ajari anak menyentuh setiap benda saat menyebut angkanya. Kalau ia terlalu cepat menyebut angka dibanding jarinya, pegang tangannya dan perlambat bersama. Gerakan sentuh dan pindah ini adalah inti latihan korespondensi satu-satu.
3. Naik ke 5
Kalau anak sudah konsisten benar untuk 3 benda, tambah jadi 4, lalu 5. Di tahap ini, kenalkan juga jari tangan. Satu tangan berisi lima jari, dan ini jadi patokan alami yang selalu ia bawa ke mana-mana. Biarkan anak memakai jarinya untuk berhitung. Jari adalah alat bantu yang wajar di usia ini.
4. Latih melihat jumlah kecil tanpa menghitung
Kemampuan melihat 2 atau 3 benda dan langsung tahu jumlahnya disebut subitizing. Panduan keluarga dari NAEYC tentang subitizing menyebutnya sebagai salah satu dasar pemahaman angka, dan menyarankan permainan sederhana dengan kotak lima (five frame). Gambar 5 kotak berderet di kertas. Taruh 1 tutup botol di kotak pertama dan sebut "satu", lalu minta anak menunjukkan satu. Lanjutkan sampai lima, lalu gantian anak yang memulai.
Lama-lama anak tidak perlu menghitung ulang setiap kali melihat 3 benda. Kemampuan ini nanti sangat membantu saat ia mulai belajar penjumlahan.
5. Lanjut ke 6 sampai 10
Setelah 1 sampai 5 lancar, tambahkan satu benda setiap beberapa hari. Kotak lima bisa ditambah satu baris lagi supaya jadi 10 kotak. Anak bisa melihat bahwa 7 adalah "satu baris penuh dan dua lagi". Cara ini membuat angka di atas 5 lebih mudah dibayangkan.
6. Balik arah: ambilkan sejumlah benda
Sejauh ini anak menghitung benda yang sudah ada. Langkah berikutnya, minta ia mengambil sejumlah benda: "Tolong ambilkan 6 sendok." Ini lebih sulit, karena anak harus ingat targetnya sambil menghitung dan tahu kapan harus berhenti. Kalau ia bisa melakukannya, berarti ia sudah paham bahwa angka mewakili jumlah.
7. Cocokkan jumlah dengan simbol angka
Tulis angka 1 sampai 10 di kartu atau kertas bekas. Minta anak menaruh benda sesuai angka di kartu. Kenalkan bentuk angka setelah konsep jumlahnya kuat, bukan sebelumnya. Kalau anak sudah bisa menulis angka tapi belum bisa mengambil 6 sendok, kembali ke latihan benda dulu.
Permainan berhitung 1-10 dalam kegiatan sehari-hari
Latihan tidak harus duduk di meja. Kesempatan berhitung ada di banyak kegiatan rumah:
Saat makan: hitung potongan wortel di piring sambil menyentuh satu per satu.
Saat mandi: hitung jari kaki atau mainan yang mengapung.
Saat merapikan mainan: "Masukkan 5 mobil ke kotak, sisanya ke rak."
Saat membagi kue: minta anak memberi satu potong untuk setiap orang, lalu hitung berapa potong yang dibagikan.
Saat menunggu: hitung mundur dari 10 sebelum lampu dimatikan atau sebelum berangkat.
Sepuluh menit sehari yang rutin lebih berguna daripada satu jam sekali seminggu. Berhenti saat anak masih senang, supaya ia mau bermain lagi besok.
Kesalahan yang sering terjadi saat mengajari berhitung 1-10
Terlalu cepat pindah ke angka besar. Anak yang lancar menyebut sampai 20 tapi belum bisa menghitung 5 benda dengan benar sebaiknya kembali ke jumlah kecil.
Langsung memakai lembar kerja. Menulis dan mewarnai angka boleh, tapi setelah anak paham jumlah lewat benda nyata.
Selalu menghitung benda yang tersusun rapi. Sesekali acak posisinya, supaya anak belajar memberi tanda mana yang sudah dan belum dihitung.
Langsung mengoreksi setiap kesalahan. Lebih baik ajak ia menghitung ulang bersama: "Yuk kita cek lagi pelan-pelan."
Membandingkan dengan kakak atau anak tetangga. Setiap anak punya kecepatan sendiri.
Kapan perlu bantuan tambahan?
Kebanyakan anak berkembang sendiri kalau rutin diajak bermain angka. Bicarakan dengan guru PAUD atau TK kalau setelah usia 5 sampai 6 tahun anak masih sering kesulitan menghitung 5 benda dengan benar walau sudah sering berlatih, belum bisa membedakan mana yang lebih banyak, atau terlihat cemas setiap diajak berhitung. Guru biasanya bisa melihat apakah anak hanya butuh waktu, butuh cara belajar yang lain, atau perlu diperiksa lebih lanjut.
Belajar angka lewat permainan di Fun Math
Kalau kamu ingin anak berlatih dengan cara yang terarah tapi tetap lewat bermain, program Fun Math Smartkidz untuk anak 3 sampai 12 tahun memakai benda konkret dan alat peraga sebelum masuk ke simbol angka. Level Little Math untuk usia 3 sampai 5 tahun mengenalkan angka 1 sampai 20, bentuk, dan pola. Trial class Fun Math gratis dan bisa didaftarkan lewat formulir di halaman program, sekalian memilih cabang terdekat.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Umur berapa anak bisa berhitung 1 sampai 10?
Tidak ada umur yang sama untuk semua anak. Banyak anak sudah bisa menyebut 1 sampai 10 di usia 3 tahun, tapi menghitung 10 benda dengan benar biasanya butuh waktu lebih lama. Patokannya bukan umur, tapi apakah anak sudah bisa menghitung jumlah kecil dengan benar sebelum ditambah.
Anak saya hafal 1 sampai 10 tapi salah saat menghitung benda, apa yang harus dilakukan?
Kembali ke jumlah kecil, misalnya 3 benda, dan latih gerakan sentuh lalu pindahkan ke wadah lain sambil menyebut angka. Ini melatih korespondensi satu-satu. Setelah ia konsisten benar, tambah jumlahnya satu per satu.
Lebih baik pakai jari atau benda?
Keduanya boleh dan saling melengkapi. Benda membantu anak melihat dan memindahkan jumlah, sedangkan jari selalu tersedia di mana saja. Anak biasanya berhenti memakai jari dengan sendirinya setelah konsep jumlahnya kuat.