Parenting
Cara Membuat Anak Suka Membaca: 7 Kebiasaan di Rumah
Cara membuat anak suka membaca dimulai dari membacakan buku 10-15 menit sehari. Ini 7 kebiasaan di rumah dan pilihan buku sesuai usia.
Cara membuat anak suka membaca paling sederhana adalah membacakan buku untuknya setiap hari, sejak ia masih bayi, dalam suasana yang santai. Anak belajar menyukai buku jauh sebelum ia bisa membaca sendiri. Kebiasaan kecil di rumah, seperti 10 sampai 15 menit membaca bersama sebelum tidur, sudah cukup untuk memulai.
Artikel ini membahas minat baca, bukan teknik mengeja. Keduanya berbeda. Anak bisa saja sudah lancar membaca tapi menghindari buku, dan sebaliknya ada anak yang belum bisa membaca tapi selalu minta dibacakan cerita. Yang kedua justru modal yang lebih berharga.
Kenapa minat baca perlu ditumbuhkan sebelum anak bisa membaca
Minat baca tumbuh dari pengalaman yang menyenangkan bersama buku, dan pengalaman itu bisa dimulai sejak bayi. Menurut panduan UNICEF tentang cara menumbuhkan kecintaan anak pada membaca, membaca bersama melatih imajinasi, perkembangan bicara, dan kosakata anak, sekaligus mendekatkan anak dengan orang tuanya. UNICEF juga menyebut 10 sampai 15 menit membaca buku per hari sudah bisa memancing minat anak.
Kalau anak mengenal buku lewat momen hangat di pangkuan orang tua, ia akan menganggap buku sebagai hal yang menyenangkan. Kalau perkenalan pertamanya lewat paksaan atau target "harus bisa baca", buku jadi terasa seperti tugas.
7 kebiasaan di rumah yang membuat anak suka membaca
1. Bacakan buku sejak bayi, dengan suara yang hidup
Bayi belum paham ceritanya, tapi ia menangkap suara, ekspresi, dan gambar. Ubah nada suara untuk tiap tokoh, tirukan suara hewan, tunjuk gambar sambil menyebut namanya. Dari sini anak belajar bahwa buku itu seru.
2. Biarkan anak melihat Anda membaca
Anak meniru apa yang ia lihat setiap hari. Kalau orang tua lebih sering memegang ponsel daripada buku, anak akan menganggap ponsel lebih menarik. Coba sediakan waktu membaca bersama: anak dengan buku bergambarnya, Anda dengan buku atau majalah sendiri.
3. Sediakan pilihan bacaan dan biarkan anak memilih
Anak lebih semangat membaca buku yang ia pilih sendiri. Franka Makarim, dalam webinar literasi keluarga Kemendikbudristek, menyarankan orang tua menyediakan banyak pilihan bacaan di rumah dan memberi anak kebebasan memilih, tetap dengan pengawasan. Menurutnya, memaksakan bacaan tertentu bisa menghilangkan rasa cinta anak pada membaca (Medcom.id, 2021).
Koleksi buku tidak perlu banyak. Beberapa buku yang sering diganti posisinya, ditambah kunjungan ke perpustakaan, sudah cukup.
4. Ikuti minat anak, termasuk komik
Anak yang tergila-gila pada dinosaurus, mobil, atau kucing akan lebih mudah diajak membaca buku tentang hal itu. Komik dan buku bergambar tetap dihitung sebagai membaca, selama isinya sesuai usia. Bacaan yang "kurang mendidik" di mata orang dewasa sering justru jadi pintu masuk anak ke buku lain.
5. Jadikan membaca rutinitas, bukan hadiah atau hukuman
Pilih satu waktu yang sama setiap hari, misalnya sebelum tidur. Jauhkan ponsel dan matikan TV saat itu. Hindari menjadikan membaca sebagai hukuman ("kalau nakal, baca buku 1 jam"), karena anak akan mengaitkan buku dengan hal yang tidak enak.
6. Ajak anak mengobrol tentang isi cerita
Setelah membaca, tanyakan hal ringan: "Menurut kamu, kenapa kelincinya sedih?" atau "Habis ini kira-kira apa yang terjadi?" Diskusi seperti ini melatih anak memahami cerita dan menyampaikan pendapat. Pertanyaannya cukup satu atau dua, jangan sampai terasa seperti ujian.
7. Bergantian membaca saat anak mulai bisa
Begitu anak mulai mengenal huruf, beri ia giliran kecil. Awalnya cukup menunjuk huruf atau kata yang ia kenal. Setelah itu bergantian per kalimat, lalu per halaman. Cara ini membuat anak merasa ikut "membaca" tanpa harus menanggung seluruh buku sendirian. Kalau anak Anda baru di tahap mengenal huruf, ide permainannya ada di artikel cara mengenalkan huruf pada anak 3 tahun.
Buku cerita anak yang cocok sesuai usia
Pilihan buku paling mudah disesuaikan dengan apa yang sedang dipelajari anak di usianya. Panduan UNICEF memberi gambaran tahapan berikut.
0 sampai 18 bulan: anak mulai melihat-lihat buku dan mencoba membalik halaman. Cocok dengan buku kain atau board book bergambar besar, satu benda per halaman.
18 bulan sampai 3 tahun: anak senang mendengar buku yang sama berulang kali dan menirukan kalimat favoritnya. Pilih buku dengan kalimat pendek yang diulang-ulang.
3 sampai 5 tahun: anak mulai mengenal huruf, memegang buku dengan benar, dan mengenali kata yang berima. Buku cerita bergambar dengan alur sederhana dan buku tentang hobinya cocok di tahap ini.
Kalau anak minta buku yang sama dibacakan sepuluh kali, itu wajar. Pengulangan membantu anak hafal kata dan alur, dan rasa "aku tahu ceritanya" membuatnya percaya diri.
Kesalahan yang sering membuat anak malas membaca
Memaksa anak membaca sebelum ia siap. Anak yang terus ditekan biasanya makin menghindar.
Selalu mengoreksi saat anak membaca. Biarkan beberapa kesalahan kecil lewat, lalu bahas belakangan. Yang penting anak menikmati ceritanya.
Hanya memilihkan buku "pelajaran". Buku latihan membaca berguna, tapi anak juga butuh buku yang dibaca murni untuk senang.
Membandingkan dengan anak lain. Setiap anak punya kecepatan sendiri.
Membaca di tengah gangguan. Membaca sambil TV menyala membuat anak sulit fokus pada cerita.
Kalau anak tetap tidak tertarik pada buku
Jangan buru-buru menyimpulkan anak "tidak suka membaca". Coba ganti jenis bukunya, waktunya, atau cara membacakannya. Ada anak yang lebih tertarik pada buku yang bisa disentuh, buku tentang hewan, atau buku yang ceritanya bisa diperagakan.
Perhatikan juga apakah anak menghindari buku karena kesulitan membaca, bukan karena tidak minat. Bedanya: anak yang tidak minat tetap senang dibacakan cerita, sedangkan anak yang kesulitan sering frustrasi saat diminta membaca sendiri walau sudah cukup umur.
Di program Bimba Smartkidz untuk anak 3 sampai 7 tahun, minat baca ditumbuhkan lewat belajar sambil bermain di kelas semi privat (1 guru untuk 4 anak), dengan materi bertahap dari persiapan sampai membaca dan memahami bacaan. Anda bisa mendaftarkan anak untuk trial class gratis lewat halaman program tersebut.
Pertanyaan yang sering ditanyakan orang tua
Berapa lama sebaiknya membacakan buku untuk anak setiap hari?
Mulai dari 10 sampai 15 menit sehari, sesuai saran UNICEF. Hentikan sebelum anak bosan, supaya ia menunggu sesi berikutnya dengan senang.
Apakah membaca lewat aplikasi di HP sama dengan buku cetak?
Aplikasi buku cerita bisa jadi tambahan, terutama saat bepergian. Untuk rutinitas harian, buku cetak lebih mudah dipakai tanpa gangguan notifikasi dan iklan. Yang paling menentukan tetap kehadiran orang tua saat membaca bersama, bukan medianya.
Anak saya hanya mau komik. Apakah tidak apa-apa?
Tidak apa-apa. UNICEF memasukkan komik dan novel grafis sebagai bacaan. Pastikan isinya sesuai usia, lalu pelan-pelan tawarkan buku lain dengan tema yang sama dengan komik kesukaannya.