Pendidikan
Kursus Bahasa Inggris Anak di Karawaci: Usia Ideal dan 6 Kesalahan yang sering Orang Tua lakukan
Tidak ada satu umur yang pas untuk semua anak. Ini enam kesalahan yang sering terjadi saat memulai bahasa Inggris, plus info cabang Smartkidz Perum Karawaci.
"Anak tetangga umur empat sudah bisa nyanyi lagu bahasa Inggris, anakku masih campur-campur bahasa Indonesia sama bahasa daerah neneknya. Telat nggak, ya?" Kalimat seperti ini sering terdengar dari orang tua yang mulai melirik kursus bahasa Inggris anak di Karawaci. Ada juga yang kebalikannya: takut terlalu cepat, takut anak bingung.
Jawaban singkatnya, tidak ada satu umur yang pas untuk semua anak. Ringkasan di Halodoc tentang usia ideal anak belajar bahasa asing menyebut saran peneliti Boston College untuk mulai sebelum 10 tahun, dan rentang 3 sampai 11 tahun dari praktisi bahasa Elizabeth Allen. Artinya ada jendela yang cukup lebar. Yang lebih menentukan justru cara memulainya, dan di situ banyak orang tua (termasuk yang sudah teliti) tergelincir.
Anak umur berapa sebaiknya belajar bahasa Inggris?
Kalau anak sudah bisa diajak bernyanyi, menunjuk gambar, dan menirukan kata, ia sudah bisa dikenalkan bahasa Inggris lewat main. Itu bisa terjadi sekitar usia 2 sampai 3 tahun. Anak usia SD juga belum terlambat. Menurut British Council, cara anak belajar bahasa berubah sesuai tahap perkembangannya: anak 6 sampai 9 tahun biasanya senang mencoba dan tidak takut salah, sementara anak yang lebih besar mulai siap diajak memahami tata bahasa.
Jadi pertanyaan yang lebih berguna: cara belajar seperti apa yang cocok untuk umur anakku sekarang?
Kesalahan pertama: menunggu umur yang "pas"
Ada orang tua yang menunda sampai anak lancar membaca bahasa Indonesia, baru setelah itu bahasa Inggris. Niatnya baik, tapi untuk anak kecil, mengenal kata "apple" sambil melihat gambar apel tidak menuntut kemampuan membaca. Menunggu terlalu lama membuat masa ketika anak paling santai menirukan bunyi baru lewat begitu saja.
Kebalikannya juga terjadi: buru-buru mendaftarkan karena anak teman sudah les. Kalau anaknya belum betah duduk bersama orang baru, mungkin yang ia butuhkan sekarang lagu dan buku bergambar di rumah dulu.
Kesalahan kedua: langsung mulai dari grammar dan hafalan
Anak 4 tahun disuruh menghafal daftar kata kerja? Biasanya berakhir dengan anak yang menutup telinga setiap dengar kata "English". British Council menyarankan anak kecil belajar lewat permainan, lagu, video, dan buku cerita, sedangkan tata bahasa lebih cocok diperkenalkan ketika anak sudah lebih besar.
Program English di Smartkidz juga disusun bertahap seperti itu. Tahap awalnya Fun English (kosakata, bernyanyi, percakapan, warna dan bentuk), lalu naik ke kosakata tema sehari-hari dan phonics, membaca dan berbicara, sampai Grammar Focus untuk struktur kalimat. Rinciannya bisa Ayah dan Bunda lihat di halaman program English Smartkidz.
Kesalahan ketiga: membetulkan setiap salah ucap
Anak bilang "I goed to school" lalu langsung dibetulkan, "Salah, went!" Kedengarannya membantu, padahal anak jadi malas bicara. Coba cara yang disebut recasting: ulangi kalimatnya dengan bentuk yang benar tanpa menegur. "Oh, you went to school? Seru, dong." Anak menangkap bentuk yang benar dan lama-lama memakainya sendiri. Pujian saat anak berani mencoba juga ikut disarankan di artikel Halodoc tadi.
Kesalahan keempat: menyerahkan semuanya ke tempat les
Satu atau dua kali pertemuan dalam seminggu tidak banyak artinya kalau di rumah bahasa Inggris tidak pernah muncul. Tidak perlu jadi guru. Putar lagu anak berbahasa Inggris di mobil, sebut nama buah dalam dua bahasa saat belanja, bacakan satu buku bergambar sebelum tidur. Kebiasaan kecil seperti ini yang membuat kosakata dari kelas tidak cepat hilang.
Kesalahan kelima: memilih kursus bahasa Inggris anak di Karawaci hanya karena dekat
Jarak memang penting, apalagi kalau antar jemput di sela jam kerja. Tapi sebelum mendaftar, coba tanyakan beberapa hal: anak umur segini mulai dari tahap mana, kegiatannya apa saja, dan bagaimana anak naik ke tahap berikutnya. Kalau anakmu tipe yang senang bergerak atau lebih cepat menangkap lewat gambar, cek juga apakah kegiatannya cocok. Ciri-cirinya bisa dibaca di artikel gaya belajar anak.
Untuk keluarga di Karawaci, Smartkidz punya cabang Smartkidz Perum Karawaci di Jl. Beringin Raya No. 95, Nusa Jaya. Program English di sana untuk anak usia 2 sampai 12 tahun, dan cabang yang sama juga membuka Preschool, Bimba, Bimbel, TPA, dan Fun Math. Di Kota Tangerang ada cabang lain seperti Sangiang, Poris Gaga, dan Wonder Tangcity, sedangkan di sisi Curug ada Aryana Karawaci. Jadwal dan ketersediaan kelas paling aman ditanyakan langsung ke cabang. Kalau masih ragu anaknya cocok atau tidak, website Smartkidz menyediakan formulir kelas coba untuk melihat suasananya lebih dulu.
Kesalahan keenam: membandingkan dengan anak lain
Kembali ke anak tetangga yang sudah bisa bernyanyi tadi. Setiap anak punya kecepatan sendiri, dan ada anak yang lama diam lalu tiba-tiba keluar satu kalimat utuh. Yang lebih berguna untuk diamati: apakah anakmu senang saat ada lagu atau kata bahasa Inggris, atau malah tegang? Kalau senang, berarti caranya sudah benar, tinggal dijaga.
Mulai dari satu lagu minggu ini juga sudah langkah yang sah. Sisanya bisa menyusul sambil melihat respons si Kecil.