← Semua artikel

Parenting

Gaya Belajar Anak: Visual, Auditori, atau Kinestetik?

17 October 2026· Oleh Tim Smartkidz
Tiga anak belajar dengan cara berbeda, ilustrasi gaya belajar anak visual auditori kinestetik

Kenali ciri gaya belajar anak visual, auditori, dan kinestetik, cara mengamatinya di rumah, dan kenapa cara belajarnya tetap perlu dicampur.

Gaya belajar anak biasanya dibagi tiga: visual (lewat melihat), auditori (lewat mendengar), dan kinestetik (lewat bergerak dan menyentuh). Hampir semua anak punya kecenderungan ke salah satunya, dan itu wajar. Yang perlu Ayah dan Bunda tahu, penelitian tidak menemukan bukti bahwa anak belajar lebih baik kalau hanya diajar dengan satu gaya yang "cocok". Jadi gaya belajar sebaiknya dipakai untuk mengenal anak, lalu cara belajarnya tetap dicampur.

Ciri gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik

Ketiga gaya ini dibedakan dari indra yang paling sering dipakai anak saat menyerap hal baru. Ciri-cirinya bisa dilihat dari kebiasaan sehari-hari, tanpa tes khusus.

Anak visual

  • Cepat ingat gambar, warna, dan bentuk, termasuk bentuk huruf.

  • Betah membuka buku bergambar dan memperhatikan detail di dalamnya.

  • Lebih mudah paham kalau diberi contoh yang bisa dilihat daripada penjelasan panjang.

  • Suka mencoret-coret atau menggambar saat sedang mendengarkan.

Anak auditori

  • Cepat hafal lagu, tepuk, dan cerita yang dibacakan.

  • Lebih mudah mengikuti instruksi lisan daripada instruksi tertulis.

  • Senang bercerita, bertanya, dan mengulang kata-kata yang baru ia dengar.

  • Kadang membaca sambil bersuara walau sudah diminta membaca dalam hati.

Anak kinestetik

  • Ingin langsung mencoba, memegang, atau membongkar sesuatu.

  • Sulit duduk diam lama dan sering bergerak saat belajar.

  • Senang bermain peran, menyusun balok, dan permainan yang melibatkan tubuh.

  • Lebih ingat hal yang pernah ia lakukan daripada yang hanya ia dengar.

Ciri-ciri seperti ini juga dijelaskan di artikel gaya belajar anak di KlikDokter, yang menyebut anak bisa dominan di satu gaya tapi tetap perlu dikenalkan pada semua gaya.

Apakah anak hanya punya satu gaya belajar?

Tidak. Kebanyakan anak memakai lebih dari satu gaya, dan kecenderungannya bisa berubah tergantung usia serta apa yang sedang dipelajari. Anak yang suka buku bergambar bisa saja paling cepat hafal huruf lewat lagu.

Bunda juga tidak perlu buru-buru memberi label. Anak 3 sampai 5 tahun pada dasarnya belajar lewat semua indra sekaligus: melihat, mendengar, meraba, dan bergerak. Label "anakku kinestetik" yang dipasang terlalu cepat malah bisa membuat kita berhenti mencoba cara lain.

Yang dikatakan penelitian soal gaya belajar

Gagasan bahwa anak belajar lebih baik kalau cara mengajar disesuaikan dengan gaya belajarnya belum didukung bukti. Para peneliti menyebut gagasan ini "meshing hypothesis".

Pada 2009, empat psikolog pendidikan (Hal Pashler, Mark McDaniel, Doug Rohrer, dan Robert Bjork) meninjau penelitian tentang gaya belajar untuk jurnal Psychological Science in the Public Interest. Mereka menemukan sebagian besar studi yang mendukung gaya belajar tidak memakai desain penelitian yang tepat, dan beberapa studi yang desainnya tepat malah menunjukkan hasil sebaliknya. Ringkasannya bisa dibaca di rilis Association for Psychological Science.

Artinya untuk Ayah dan Bunda di rumah: gaya belajar tetap berguna sebagai petunjuk tentang apa yang membuat anak tertarik. Tapi anak yang "visual" tidak perlu dijauhkan dari lagu, dan anak yang "kinestetik" tetap perlu dikenalkan pada buku.

Cara mengamati gaya belajar anak di rumah

Cara paling mudah adalah memperhatikan anak selama satu sampai dua minggu, tanpa tes atau kuis daring. Beberapa hal yang bisa dicatat:

  1. Saat bebas memilih mainan, apa yang ia ambil lebih dulu: buku, mainan bersuara, atau balok dan mainan yang bisa dibongkar?

  2. Saat dibacakan cerita, apakah ia menatap gambar, ikut menirukan kalimat, atau ingin memegang dan membalik halaman sendiri?

  3. Saat diberi instruksi, mana yang lebih cepat ia ikuti: yang dicontohkan, yang diucapkan, atau yang langsung dipraktikkan bersama?

  4. Saat menceritakan ulang harinya, apa yang ia ingat: warna dan gambar, kata-kata orang, atau hal yang ia kerjakan?

Catatan ini cukup untuk tahu pintu masuk yang paling disukai anak. Pintu lainnya tetap dibuka.

Contoh latihan membaca yang memakai ketiga gaya

Satu kegiatan bisa memakai ketiga gaya sekaligus. Misalnya saat mengenalkan huruf B:

  • Lihat: tunjukkan huruf B besar di kertas, lalu cari huruf B di bungkus makanan atau papan nama di jalan.

  • Dengar: ucapkan bunyinya, "b-b-b", lalu sebutkan kata yang diawali B: bola, buku, Bunda.

  • Gerak: ajak anak menebalkan huruf B di pasir, tepung, atau di punggung Ayah dengan jari.

Anak yang visual akan masuk lewat gambar, anak yang auditori lewat bunyi, dan anak yang kinestetik lewat gerakan. Hasilnya, anak tetap terlatih memakai ketiganya. Ide permainan lain untuk tahap awal ada di artikel cara mengenalkan huruf pada anak 3 tahun.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Memberi label terlalu cepat. Satu kebiasaan belum tentu menunjukkan gaya belajar. Amati beberapa minggu dulu.

  • Hanya memakai satu cara. Anak yang selalu belajar lewat video bisa kesulitan saat harus mendengarkan guru di kelas.

  • Menganggap anak aktif bergerak sebagai anak nakal. Banyak anak memang butuh bergerak untuk fokus. Beri jeda gerak pendek di sela belajar.

  • Membandingkan dengan kakak atau teman. Tiap anak punya urutan dan kecepatan sendiri.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Umur berapa gaya belajar anak mulai terlihat?

Kecenderungannya sudah bisa diamati sejak usia prasekolah, sekitar 3 sampai 5 tahun, dari mainan dan kegiatan yang ia pilih. Tapi di usia ini anak masih belajar lewat semua indra, jadi kecenderungan itu belum tetap dan bisa berubah sampai usia SD.

Apakah tes gaya belajar online bisa dipercaya?

Tes daring biasanya hanya berisi pertanyaan tentang kebiasaan dan tidak bisa memastikan cara terbaik anak belajar. Pengamatan Ayah dan Bunda selama beberapa minggu lebih berguna. Yang penting, hasilnya dipakai untuk menarik minat anak, bukan untuk membatasi cara belajarnya.

Anak kinestetik susah diam saat belajar membaca, harus bagaimana?

Buat sesi pendek, sekitar 10 sampai 15 menit, lalu selipkan gerakan di dalamnya: melompat ke kartu huruf yang disebut, menyusun huruf dari balok, atau mencari benda yang namanya diawali huruf tertentu. Setelah itu baru ajak duduk dan membaca buku bersama.

Belajar dengan banyak cara di Bimba Smartkidz

Di program Bimba Smartkidz untuk anak 3 sampai 7 tahun, kelasnya semi privat dengan satu guru untuk empat anak, dan materinya disesuaikan dengan gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik. Anak maju bertahap sesuai kemampuannya, dari latihan motorik, mengenal huruf dan angka, sampai membaca. Kalau Ayah dan Bunda ingin melihat cara anak belajar di kelas, daftar trial class gratis di cabang Smartkidz terdekat.