← Semua artikel

Parenting

Anak 5 Tahun Belum Bisa Membaca, Wajarkah?

12 October 2026· Oleh Tim Smartkidz
Guru Smartkidz mendampingi anak-anak belajar membaca dan menulis bersama di kelas bimbel.

Banyak anak 5 tahun baru bisa membaca dua sampai tiga suku kata. Ini tahapan normalnya, cara membantu di rumah, dan kapan perlu bertanya ke ahli.

Wajar. Di usia 5 tahun, banyak anak baru sampai tahap mengenal huruf dan membaca dua atau tiga suku kata. Membaca lancar biasanya baru terbentuk di usia 6 sampai 7 tahun, dan kecepatannya berbeda pada tiap anak. Yang lebih penting dari "sudah bisa atau belum" adalah apakah anak terus berkembang dan masih senang diajak belajar.

Tahapan membaca anak usia 3 sampai 7 tahun

Kemampuan membaca tidak muncul tiba-tiba. Anak biasanya melewati beberapa tahap yang saling menyambung:

  • Sekitar 3 tahun: mulai menyebut huruf alfabet, sering sambil bernyanyi.

  • Sekitar 4 tahun: mengenali huruf di namanya sendiri dan membaca satu suku kata, misalnya "ba" atau "bo".

  • Sekitar 5 tahun: membaca dua sampai tiga suku kata dan kalimat yang sangat sederhana.

  • Sekitar 7 tahun: mulai bisa membaca buku cerita sendiri.

Patokan ini dirangkum dari KlikDokter. Anggap sebagai gambaran umum, bukan target yang harus tercapai tepat waktu.

Apakah anak harus bisa membaca sebelum masuk SD?

Tidak. Sejak 2023, Kemendikbudristek meminta SD dan MI tidak lagi memakai tes calistung (baca, tulis, hitung) sebagai syarat penerimaan murid baru, sebagai bagian dari gerakan transisi PAUD ke SD yang menyenangkan (detikEdu).

Jadi anak usia 5 tahun tidak perlu dikejar supaya lancar membaca. Bekal yang lebih berguna untuk SD adalah minat pada buku, kemampuan fokus beberapa menit, dan rasa percaya diri saat mencoba hal baru.

Kenapa sebagian anak lebih lambat?

Penyebabnya bermacam-macam, dan sering kali bukan karena anak malas. Beberapa yang umum:

  • Belum siap secara perkembangan, misalnya masih sulit duduk tenang atau belum tertarik pada huruf.

  • Terlalu cepat dipaksa, sehingga belajar membaca terasa seperti hukuman.

  • Jarang melihat orang di sekitarnya membaca.

  • Cara mengajarnya tidak cocok dengan gaya belajar anak. Ada anak yang cepat menangkap lewat gambar, ada yang lewat suara, ada juga yang harus sambil bergerak.

Cara membantu anak belajar membaca di rumah

Tidak perlu alat mahal. Kuncinya rutin dan suasananya santai.

  1. Bacakan buku setiap hari. Sepuluh menit sebelum tidur sudah cukup. Tunjuk kata yang sedang dibaca supaya anak melihat hubungan antara bunyi dan tulisan.

  2. Mulai dari namanya sendiri. Huruf di nama anak biasanya paling cepat dikenali karena terasa dekat.

  3. Main tebak huruf di sekitar rumah. Bungkus makanan, papan nama toko, atau pelat nomor kendaraan bisa jadi bahan permainan.

  4. Sesuaikan dengan gaya belajarnya. Anak yang suka bergerak bisa diajak melompat ke kartu huruf yang disebut. Anak yang suka mendengar bisa belajar lewat lagu suku kata.

  5. Berhenti sebelum anak bosan. Sesi pendek yang menyenangkan lebih membekas daripada satu jam yang diwarnai tangisan.

  6. Puji usahanya. Kalimat seperti "Kamu sudah berani mencoba kata baru" membuat anak mau mencoba lagi besok.

Kapan perlu bertanya ke ahli?

Pertimbangkan berkonsultasi dengan dokter anak atau psikolog bila anak sudah lama belajar dengan cara yang menyenangkan tetapi tetap:

  • sangat kesulitan mengenali dan membedakan huruf,

  • sering tertukar bunyi huruf,

  • sulit mengingat kosakata baru.

Perhatikan juga bila anak punya riwayat terlambat bicara, atau ada anggota keluarga dengan gangguan belajar seperti disleksia. Memeriksakan lebih awal tidak berarti ada masalah. Kalau memang ada, penanganan sejak dini jauh lebih mudah.

Belajar membaca bersama Bimba Smartkidz

Kalau Ayah dan Bunda butuh teman untuk mendampingi, program Bimba Smartkidz dirancang untuk anak usia 3 sampai 7 tahun. Kelasnya semi privat, satu guru untuk empat anak, sehingga guru bisa mengikuti kecepatan masing-masing anak. Cara mengajarnya menyesuaikan gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik. Materinya berjenjang, mulai dari level 0 (pengenalan dasar, motorik, dan fokus) sampai level 4 (pemahaman bacaan dan soal setara kelas 1 SD).

Untuk anak yang lebih kecil, usia 2 sampai 3 tahun, ada program Preschool yang fokus pada minat belajar, sosialisasi, dan komunikasi.

Ingin melihat langsung cara belajarnya? Cari cabang Smartkidz terdekat dan daftarkan anak untuk trial class.